Coding dan Kecerdasan AI di Labschool
Belajar
Coding dan AI di SMP Labschool Jakarta: Langkah Awal Menuju Masa Depan Digital
Di era digital yang terus berkembang, kemampuan dalam bidang
teknologi informasi menjadi sangat penting. Salah satu bidang yang kini menjadi
sorotan adalah kecerdasan buatan (AI) dan pemrograman komputer (coding). SMP
Labschool Jakarta mengambil langkah maju dengan mengadakan program pembelajaran
coding dan AI bagi siswa-siswinya. Program ini tidak hanya membekali siswa
dengan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan semangat inovasi dan
kreativitas sejak dini.
Pembelajaran coding dan AI ini dilaksanakan dalam bentuk
workshop dan praktik langsung yang menyenangkan, interaktif, dan mudah dipahami
oleh siswa. Dalam kegiatan ini, para siswa diajak mengenal logika pemrograman,
memahami dasar-dasar bahasa pemrograman seperti Python, serta melihat langsung
bagaimana teknologi AI bekerja dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini tidak hanya difasilitasi oleh guru-guru di
Labschool, tetapi juga didukung oleh para mahasiswa dari Universitas Negeri
Jakarta (UNJ) melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Mereka hadir
sebagai mentor dan fasilitator yang mendampingi siswa dalam memecahkan masalah
dan mengembangkan proyek-proyek sederhana berbasis coding dan AI.
Tujuan Kegiatan
Program ini bertujuan untuk:
- Membekali
siswa dengan keterampilan dasar dalam bidang teknologi informasi.
- Meningkatkan
daya pikir kritis, logika, dan kreativitas siswa.
- Memberikan
wawasan mengenai perkembangan teknologi terkini.
- Membangun
kepercayaan diri siswa dalam menghadapi tantangan dunia digital.
Respons Positif dari Pihak Sekolah dan Siswa
Kepala SMP Labschool Jakarta, Dr. Yati Suwartini,
menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Beliau mengatakan, "Kami
sangat mendukung kegiatan seperti ini karena memberikan pengalaman belajar yang
berbeda kepada siswa. Dunia pendidikan harus terus bergerak mengikuti
perkembangan zaman, dan pembelajaran coding serta AI merupakan salah satu
bentuk inovasi yang perlu diadopsi sejak dini."
Dukungan juga datang dari Om Jay, seorang guru
blogger Indonesia yang juga mengajar di SMP Labschool Jakarta. "Kegiatan
ini luar biasa. Saya senang melihat anak-anak Labschool begitu antusias belajar
coding dan AI. Ini menunjukkan bahwa generasi muda kita siap menghadapi era
digital jika diberi kesempatan dan fasilitas yang tepat," ujar Om Jay.
Komentar
Siswa
Salah satu peserta kegiatan, Cut Aerilyn Bellvania Kirana,
menyatakan, "Awalnya aku pikir coding itu susah dan membosankan, tapi
ternyata seru banget! Kita bisa bikin program kecil sendiri, dan belajar AI itu
seperti main game tapi sambil mikir."
Temannya, Danisa Ahsani Raras Andaruni, menambahkan,
"Aku suka banget pas kita belajar mengenali gambar dengan AI. Rasanya
keren banget bisa ngerti gimana komputer bisa tahu itu kucing atau anjing! Aku
jadi pengen belajar lebih dalam lagi."
Sebagai penulis dan peserta kegiatan, Damara Kinanti
Irawan juga membagikan pengalamannya. "Kegiatan ini membuka pikiranku
bahwa teknologi itu bukan hanya milik orang dewasa atau yang pintar komputer
saja. Kita, anak SMP, juga bisa belajar dan bahkan menciptakan sesuatu yang
bermanfaat. Aku jadi lebih semangat belajar coding karena ternyata menyenangkan
dan bisa bermanfaat di masa depan."
Peran
Aktif Mahasiswa UNJ dalam Kegiatan PKM
Para mahasiswa dari UNJ yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari Rubiq
Rachul Chaeruman, Varden Yehezkiel Hamjaya, Bambang Setiawan Mauludin, Ayu
Parnida Sinaga, dan Divia Ramadhani Najwa. Mereka turut membimbing siswa dengan
penuh semangat dan kesabaran. Berikut komentar mereka:
Rubiq Rachul Chaeruman mengatakan, "Kami sangat
senang bisa berbagi ilmu kepada adik-adik di Labschool. Mereka cepat belajar
dan punya rasa ingin tahu yang tinggi. Ini membuat kami juga ikut
termotivasi."
Varden Yehezkiel Hamjaya menambahkan, "Kegiatan
ini menunjukkan bahwa literasi digital bisa dimulai sejak dini. Kami bangga
bisa menjadi bagian dari proses pembelajaran mereka."
Bambang Setiawan Mauludin berpendapat, "Melatih mereka berpikir logis dan kreatif lewat coding sangat menyenangkan. Banyak dari mereka yang punya potensi besar di bidang teknologi."
Ayu Parnida Sinaga menyampaikan, "Kami juga
belajar dari siswa-siswa di Labschool. Mereka punya semangat belajar yang luar
biasa. Kegiatan ini sangat positif untuk kedua belah pihak."
Divia Ramadhani Najwa menutup, "Saya merasa
bangga bisa ikut serta. Mereka tidak hanya belajar coding, tetapi juga belajar
bekerjasama, berpikir kritis, dan percaya diri."
Materi
dan Metode Pembelajaran
Materi yang diberikan disusun sedemikian rupa agar sesuai dengan usia dan latar
belakang siswa. Dengan pendekatan project-based learning, siswa diberi
kesempatan untuk membuat proyek sederhana, seperti chatbot, pengenal gambar,
dan permainan berbasis Python. Pendekatan ini membuat siswa lebih tertarik dan
merasa bahwa ilmu yang mereka pelajari bisa langsung diterapkan.
Metode pembelajaran juga disesuaikan agar interaktif dan
tidak membosankan. Ada sesi permainan, diskusi kelompok, serta presentasi hasil
proyek. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kemampuan
komunikasi siswa.
Harapan ke Depan
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi program rutin di SMP Labschool Jakarta.
Dengan dukungan dari sekolah, guru, dan pihak luar seperti universitas,
siswa-siswi Labschool akan memiliki bekal yang kuat dalam menghadapi dunia
digital di masa depan. Diharapkan pula bahwa lebih banyak sekolah dapat
mengadopsi kegiatan serupa, sehingga generasi muda Indonesia semakin siap dan
unggul dalam persaingan global.
Penutup
Belajar coding dan AI sejak dini bukanlah hal yang mustahil. Dengan pendekatan
yang tepat, bimbingan yang sabar, dan lingkungan belajar yang mendukung, siswa
dapat menikmati proses belajar dan bahkan mencintai dunia teknologi. SMP
Labschool Jakarta telah menunjukkan bahwa inovasi dalam pendidikan bisa dimulai
sekarang juga.
Program ini bukan sekadar kegiatan belajar biasa, melainkan
langkah awal dalam menciptakan generasi yang adaptif, kreatif, dan siap
bersaing di masa depan.
Video:
Artikel ini ditulis oleh Damara Kinanti Irawan, siswi SMP
Labschool Jakarta.
This comment has been removed by the author.
ReplyDeletewow ini bagus bangettt
ReplyDeleteArtikelnya bagus bangett
ReplyDeletekeren banget wow
ReplyDelete